oleh

Benarkah tak Makan Nasi Lebih Sehat?

Liputnews.com – Sebuah riset menyebut risiko diabetes bagi masyarakat Indonesia rata-rata lebih tinggi dari penduduk Eropa. Salah satu faktornya karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi.

Dari riset ini banyak orang menganggap tak makan nasi sebenarnya lebih sehat. Benarkah? Dikutip dari laman Hellosehat.com, beberapa ahli menjelaskan bahwa asumsi ini tak sepenuhnya benar.

Karena nasi adalah sumber karbohidrat yang sangat penting bagi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas.

Namun, banyak orang yang menganggap nasi sebagai musuh bebuyutan. Terutama orang yang sedang menurunkan berat badannya.

Karena takut gemuk, mereka pun membatasi nasi atau bahkan tidak makan nasi sama sekali. Sebenarnya bolehkah seperti itu? Apakah tubuh akan jadi lebih sehat?

Sebenarnya, tidak masalah juga jika Anda tidak makan nasi. Namun, semua itu dibolehkan selama Anda tetap menjaga kadar karbohidrat tubuh Anda dengan mengonsumsi makanan lain yang mengandung karbohidrat.

Anda dapat mengganti nasi dengan jenis karbohidrat lain. Misalnya kentang, roti, bihun, ubi, dan berbagai makanan pokok lainnya.

Sebaiknya Anda juga tetap menjaga kadar nutrisi dalam tubuh dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi. Jangan sampai tubuh kurang mendapatkan karbohidrat dalam asupan gizi setiap harinya.

Jadi harus mengonsumsi berapa banyak karbohidrat yang sehat setiap harinya?
Pada umumnya, orang dewasa yang sehat dianjurkan menerima asupan karbohidrat sekitar 300-400 gram per hari. Saat menjalani diet, asupan karbohidrat dapat dikurangi setengahnya atau menjadi sekitar 150-200 gram.

Pengurangan karbohidrat harus disesuaikan dengan pola aktivitas Anda, dan dilakukan secara perlahan dalam hitungan mingguan maupun bulanan. Hindari menurunkan asupan karbohidrat terlalu banyak jika Anda aktif bergerak dengan intensitas yang cukup tinggi.

Terlalu sedikit karbohidrat akan menurunkan metabolisme dan dapat menghilangkan massa otot. Penurunan asupan karbohidrat juga harus diimbangi dengan asupan protein dan serat yang mencukupi.

Apa yang terjadi jika Anda tidak makan nasi dan sumber karbohidrat lain?
Ketika kekurangan karbohidrat, tubuh akan lemas dan mengambil protein dan lemak untuk dijadikan energi.

Proses pecahnya lemak untuk dijadikan energi dapat menyebabkan terjadinya penumpukan unsur keton di dalam darah.

Jika dibiarkan terus berlangsung, kondisi ini bisa berlanjut jadi ketosis. Kondisi dapat menyebabkan gejala pusing, lemas, mual dan dehidrasi.

Kekurangan karbohidrat berisiko membuat Anda kekurangan nutrisi lain yang penting untuk fungsi tubuh. (mal)

Komentar