oleh

Simulasi Adu Kuat Figur 02: Ical-Sadap vs Danny-None

Liputnews.com – Figur calon wakil wali kota diprediksi bakal banyak menentukan di Pilwalkot Makassar. Berikut ini analisis dua pasangan kandidat dengan dua figur wawali dengan tren elektabilitas cukup baik, Sadap dan None.

Dalam simulasi yang dibuat Pendiri Rumah Demokrasi, Juanda H Alim, memaketkan Syamsu Rizal (Deng Ical) dengan Syarifuddin Dg Punna (Sadap) versus Danny Pomanto-Irman Yasin Limpo (None).

Menurut Juanda, dua pasangan ini memiliki tren sepadan. Baik dari segi popularitas maupun tingkat keterpilihan.

“Saat ini Ical dan Danny punya elektabilitas hampir seimbang. Danny masih di atas tapi terpaut tipis. Hanya sekitar 8 persen,” terang Juanda kepada Liputnews.com, Senin (9/9/2019).

Jika keduanya bertarung hari ini, maka pemenangnya akan ditentukan oleh figur wawalinya. Menurut Juanda, secara popularitas, None mengungguli Sadap.

Tapi tingkat keterpilihan figur seperti None masih sangat labil. Dia mudah dikenali, tapi efek resistensinya juga tinggi.

Berbeda dengan Sadap. Dia calon alternatif. Rekam jejaknya masih bersih dan itu mudah diterima publik.

“Selera politik orang saat ini sudah bergeser. Tidak lagi seperti 10 tahun lalu. Sekarang orang condong pada figur baru yang bisa memberi perubahan,” paparnya.

Nah, figur baru itu ada pada Sadap. Dia tidak punya resistensi. Sehingga jika dipasangkan dengan Ical, akan seimbang.

“Hanya saja figur seperti Sadap butuh waktu untuk sosialisasi. Ia butuh memperkenalkan siapa dirinya, dan dia maju dengan misi apa,” jelas Juanda.

None sendiri tidak butuh waktu memperkenalkan diri. Dengan embel-embel trah Yasin Limpo di belakangnya, None tak perlu sosialisasi untuk dikenal.

“Politik itu sensitif. Orang populer bisa tak diterima. Di belakang nama None ada label politik dinasti. Di Makassar hasil survei tahun lalu, politik dinasti itu hanya diterima sekitar 20 persen pemilih,” ketusnya.

Meski demikian, None tetaplah figur yang patut diperhitungkan. Dengan berpasangan Danny, keduanya punya potensi memenangi pilwalkot.

“Karena itu dari hasil analisis kami, lawan Danny-None hanya satu, Ical-Sadap. Catatannya, Ical-Sadap harus digerbong IAS,” kata Juanda.

Menurut Juanda, IAS masih akan menjadi king maker politik Makassar di 2020. Kata dia, ini tantangan terbesar Danny.

“Melawan irisan politik IAS tidak mudah. Karena dia masih main di akar. Dan kelihatan Ical yang memainkan peran itu,” imbuh Juanda.
(kir)

Komentar