oleh

Ical-Aliyah, Appi-Ical, Dua Paket yang Paling Mungkin Menjegal Danny

Liputnews.com – Mohammad Ramdhan Pomanto masih unggul elektabilitas dari semua bakal calon Wali Kota Makassar. Namun, dua paket kompetitif ini, Ical-Aliyah dan Appi-Ical berpotensi menjadi ancaman serius.

“Dari semua komposisi, yang dua ini paling mungkin menjegal Danny. Ical-Aliyah atau Appi-Ical. Mereka punya faktor yang tidak dimiliki Danny,” terang analis politik, Andi Nasrullah, Jumat (13/9/2019).

Nas menjelaskan analisisnya. Pertama, paket Ical-Aliyah adalah irisan politik murni dari Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

“Tidak bisa kita pungkiri IAS masih pegang kendali di Makassar. Ini yang menyulitkan Danny karena pemilih riil Danny di akar rumput sebenarnya satu garis lurus dengan IAS,” jelasnya.

Jika membandingkan efek politik keduanya, magnet IAS masih lebih kuat. Sehingga pemilih mungkin terbelah tapi masih dominan bergeser ke irisan politik IAS.

Kedua menurut Nas, jika heat to heat Danny-Ical, sebenarnya Danny masih unggul. Tapi ada faktor geopolitik dan asumsi yang menguntungkan Ical.

“Danny dianggap bukan Makassar. Kalau kita bicara geopolitik. Sedang Ical lebih kental. Ini berpengaruh. Dan kedua, asumsi sebagai representasi anak muda lebih condong ke Ical,” jelas Nas.

Kolaborasi paket dengan Aliyah sangat kompetitif. Karena Aliyah memiliki basis suara riil yang jumlahnya cukup melimpah.

“Dari kalangan perempuan itu sulit ditandingi. Aliyah pasti akan dominan,” sebut Nas.

Sementara jika berpaket dengan Appi, potensi ancamannya tak kalah serius. Appi memiliki kesiapan finansial yang sepadan dengan Danny.

Kedua, dia sudah membuktikan bisa meraup suara besar di pilkada lalu. Meskipun tumbang oleh kotak kosong.

“Tapi kita bisa mengukur bahwa dia meraup 47 persen suara, atau sekitar 290.000. 70 persen saja bisa dipakem maka jumlahnya sangat besar. Masih mendekati angka 200.000,” jelas Nas.

Seperti Ical-Aliyah, Appi juga beririsan dengan IAS. Faktor x yang juga turut menggerus suara Danny saat ini adalah kegaduhan birokrasi pemkot pascadianulirnya 1000 lebih SK pejabat.

Di sini Danny kehilangan trust, terutama di kalangan birokrat. Camat, lurah sampai pejabat eselon II, hampir semua orang-orang yang berseberangan dengannya.

“Meskipun ASN itu tidak boleh terlibat politik, tapi efek mereka di internalnya tidak bisa dipungkiri, sangat berpengaruh. Jadi suara ASN itu riil,” imbuhnya. (yos)

Komentar