oleh

Hj Ria Effendy, dari Jual Kue Keliling ke Panggung Politik (1)

GETIRNYA hidup memaksa Ria Effendy kecil berjualan kue keliling kampung. Kini, perjuangan itu membawanya ke titik lain. Ke kancah politik. Seperti apa kisahnya?

Ria lahir di Bajeng, Gowa. Ia anak ketujuh dari 11 bersaudara.

Masa kecilnya tidak mudah. Lahir di tengah keluarga sederhana, dari usia kanak-kanak ia sudah harus banting tulang membantu orang tuanya.

Ria berjualan kue keliling kampung sampai lulus SMP. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan ke SMK.

Duduk di bangku SMK menjadi awal cerita hidup Ria. Dia mulai berbisnis kecil-kecilan.

“Saya beli pakaian di Makassar dan menawarkan kepada warga di kampung dengan cara diangsur. Ternyata prospeknya bagus,” tuturnya.

Usaha ini mulai berkembang. Ria masuk dari kampung ke kampung. Sampai usaha ini berkembang dengan pesat.

Bekerja dari kecil ternyata banyak mengasah intuisi bisnisnya. Tahun 2001, Ria mulai ekspansi pada usaha developmen.

“Itu momen paling berkesan selama saya jadi pengusaha. Tahun 2001 itu awal mula saya merambah usaha yang lebih besar. Saya ingat waktu itu, saya panggil anak-anak panti asuhan dan berbagi dengan mereka. Saya nda sangka ternyata itu mendatangkan berkah luar biasa,” cerita Ria.

Usaha inilah yang kemudian membesarkan namanya. Dalam kurun waktu satu dekade, Ria masuk dalam jajaran pengusaha sukses di Gowa.

Kini ia punya aset di berbagai daerah. Meski demikian, Ria tetaplah Ria. Ia seorang anak kampung dengan gestur sederhana. Tapi dengan pikiran besar.

Sukses menjadi pengusaha tak membuatnya berhenti berkarya. Akhirnya ia mencoba peruntungan di kancah politik.

Bagi Ria, politik bukanlah kekuasaan. Politik adalah amanah. Di dunia politik, muaranya adalah pengabdian.

“Saya melihat politik sebagai jalan untuk mengabdi kepada masyarakat. Karena itu saya beranikah diri terjun di politik,” jelas Ria.

Partai Gerindra kemudian menjadi pelabuhan hatinya. Bukan tanpa alasan Ria memilih Gerindra.

“Ya, pertama karena faktor kesamaan visi. Saya merasa punya kesamaan jalan pikiran dengan Gerindra. Bahwa politik ini untuk mengabdi. Bukan untuk mengejar kekuasaan,” ucap Ria.

Alasan kedua, ada sosok Prabowo Subianto di sana. Di mata Ria, Prabowo adalah pemikir besar. Ia seorang tokoh yang punya haluan politik yang berbasis pada rakyat.

“Dan saya sejalan dengan itu,” sela Ria.

Ria maju di Pemilu 2019 sebagai calon anggota legislatif Gowa, namun gagal. Tapi semua ini tak menyurutkan tekadnya untuk tetap mengabdi di dunia politik.

Ria kini menatap pilkada 2020 di Gowa. Keseriusannya ia tunjukkan dengan mendaftar di beberapa parpol. Nah, seperti apa visi Ria untuk Gowa. Simak tulisan berikut. (yos)

Komentar