oleh

Golkar di Antara Appi-Ical, Pengamat: Kader vs Fulus

Liputnews.com – Partai Golkar bakal dilematis menentukan pilihan antara Munafri Arifuddin atau Syamsu Rizal MI. Dalam hitung-hitungan politik, keduanya punya entry point berbeda untuk bertarung di Pilwalkot Makassar.

Pengamat memprediksi, Golkar dan koalisi bakal memilih salah satu atau mungkin ada kompromi dan mengusung keduanya berpaket.

“Tapi ini bakal rumit. Kalau paket, paketnya apa? Appi-Ical atau Ical-Appi. Karena dua-duanya punya pertimbangan berbeda,” terang Juanda H Alim, analis politik kepada Liputnews.com, Selasa (29/10/2019).

Pendiri Rumah Demokrasi Rakyat ini menjelaskan, entry point Appi jelas pada kekuatan finansial (fulus). Kedua, Appi telah menjalani pertarungan serupa tahun kemarin. Meski diungguli kotak kosong, ia tetap kompetitif.

“Dia punya modal kuat. Appi meraup 47% suara di pilwalkot lalu. Berarti ada 270 ribu warga Makassar yang memilihnya,” terang Juanda.

Dari hitung-hitungan sebaran pemilih, memang dari 47% ini, hampir setengahnya pemilih riil Rachmatika “Cicu” Dewi (pasangan Appi di pilwalkot lalu). Sekian persen menurut Juanda, juga kampanye efek IAS.

“Kan IAS identik dengan Appi-Cicu waktu itu. Ada efeknya memang, tapi sedikit. Karena Pak AIS tidak turun langsung ke lapangan,” jelas Juanda.

Kalau misalnya setengahnya adalah suara Cicu, maka Appi masih punya margin suara cukup melimpah, 130 ribu suara.

“Ini sangat besar untuk ukuran nonincumbent. Karena itu dari survei Agustus, Appi masih cukup kompetitif mendekati Danny,” katanya.

Soal kekuatan finansial, tidak bisa dipungkiri, ini menjadi mesin penggerak politik riil. Dan menurut Juanda, ini akan menjadi pertimbangan Golkar menentukan calon.

“Jelas ini akan jadi pertimbangan Golkar dan koalisinya nanti. Menghadapi petahana, butuh dana besar. Apalagi kalau Danny misalnya diusung Nasdem, pertarungannya akan sengit,” papar Juanda.

Karena itu lanjut Juanda, Golkar akan memutuskan pilihan setelah nasib Danny di Nasdem jelas.

Ical sendiri tetap menjadi prioritas Golkar. Akan tetapi hitung-hitungan politiknya ada tren suara.

“Ical bisa saja diusung Golkar karena dia kader. Golkar Sulsel khitahnya kan begitu. Harus kader. Tapi ini dalam kondisi di atas angin. Tapi sekarang posisi tidak terlalu menguntungkan Golkar,” jelasnya.

Dia butuh koalisi. Dan kedua, Golkar akan menghadapi incumben (Danny) yang punya kekuatan finansial yang juga tak kalah siap dari Appi.

Mendorong Ical menghadapi Danny dan koalisi Nasdem, Golkar bakal keteran finansial.

Dalam kondisi seperti ini, Golkar dan koalisi nanti kemungkinan akan mengajukan kompromi. Memilih dua-duanya. Artinya memaketkan Appi-Ical.

“Ini pilihan paling mungkin. Tapi saya rasa Appi sulit tawar menawar untuk jadi 02,” imbuh Juanda. (mal)

Komentar