oleh

“Arah Angin” Golkar di Pilwalkot Makassar: Mustahil Nonkader, NH Masih Pegang Kendali

Liputnews.com – Partai Golkar Makassar mulai hari ini, 21 September sampai 7 hari ke depan membuka penjaringan bakal calon wali kota Makassar. Pengamat menganalisis arah politik beringin rindang di Pilwalkot mendatang. Ke mana?

Analis politik Juanda H Alim mengatakan, arah politik Golkar tidak akan banyak berubah. Di Pilwalkot Makassar, ia menyimpulkan dua hal tentang Golkar.

Pertama soal calon. Golkar dipastikan masih condong pada kadernya sendiri.

“Itu khitah Golkar. Nda mungkin memilih nonkader. Sulsel ini lumbungnya, jadi sudah pasti pilihannya hanya satu, kader,” terang Juanda kepada Liputnews.com, Sabtu (21/9/2019).

Poin kedua, siapa yang pegang kendali? Menurut Juanda, Nurdin Halid tetap menjadi lokomotif partai beringin di Sulsel.

“Dia yang akan banyak berperan menentukan siapa pasangan siapa. Itu karakter NH, dan memang sudah jadi tradisi di Golkar. Jadi NH tetap pengendali,” jelasnya.

Adapun hasil survei yang menjadi acuan, itu tidak mutlak di Golkar. Survei hanyalah kalkulasi bersifat formal. Tidak disepakati di bawah tangan.

“Dalam keputusan politik, yang di belakang panggung itu yang menentukan. Yang diumbar ke publik, biasanya itu cuma pengecoh,” kata Juanda.

Juanda menjelaskan, tidak ada alasan Golkar memilih nonkader. Pertama, hasil pemilu dari periode ke periode, Golkar tak pernah surut signifikan.

Suaranya cenderung lebih stabil. Kedua, Golkar punya kader-kader yang bisa dipertaruhkan di pilwalkot.

Sehingga menurutnya, penjaringan di Partai Golkar hanya formalitas. Sebenarnya, jauh hari sebelumnya, Golkar sudah menyiapkan jagoan.

“Jadi sekarang Golkar sudah ada calon. Lengkap dengan pasangannya. Itu sudah setengah klop, dari sisi survei, tren sampai finansial, semua sudah. Ini tradisi Golkar di Sulsel,” paparnya.

Apakah masih di bawah kendali NH?

“Tidak bisa dipungkiri itu. Siapa tokoh Golkar Sulsel yang sehebat NH sekarang? Tidak ada. SYL tidak lagi. Dulu ada Pak IYL. Sekarang NH bermain tunggal. Jadi otomatis, DPP rujukannya ke NH,” jelas Juanda.

Jadi menurut Juanda, Golkar sebenarnya tidak lagi di tahap penjaringan. Tahapan mereka sekarang sudah jauh.

Sudah sampai pada fase, apakah calonnya ini bisa menang atau tidak. (kir)

Komentar