oleh

Iqbal Sedih Dengar Cerita Pengungsi Wamena: Ngeri di Sana

Liputnews. com – Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb terbawa momen emosional dan tak kuasa menahan haru mendengar cerita pengungsi yang terusir karena konflik di Wamena. Iqbal ikut larut menyaksikan anak-anak pengungsi yang didera trauma.

“Mereka telah bertahun-tahun tinggal dan mencari nafkah di Wamena. Jumlah mereka tak sedikit. Sekarang mereka harus mengungsi dan kembali ke sini,” tutur Iqbal berkaca-kaca, Sabtu (5/10/2019).

Tiga hari terakhir, gelombang pengungsi Wamena tiba di Lanud Hasanuddin dan pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Sudah lebih dari 500 orang dievakuasi melalui dua tempat ini dan 157 orang diantaranya adalah warga Sulsel.

Hari ini Jumat (4/10/2019) kemarin, sebanyak 50 orang pengungsi berhasil di evakuasi dan tiba di Lanud Hasanuddin Makassar. Dari 50 pengungsi ini, ada 39 orang akan diberangkatkan kembali ke daerah asalnya yang mayoritas Toraja dan Palopo.

11 orang lainnya kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Rencananya, dalam sepekan ke depan, ratusan pengungsi masih akan dievakuasi melalui Lanud Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno Hatta.

Iqbal tiba di Lanud Hasanuddin bersama Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani. Keduanya langsung menghampiri para pengungsi dan menyalami mereka satu per satu.

Iqbal menyempatkan berbincang dengan beberapa dari mereka. Para pengungsi ini bercerita tentang konflik yang tiba-tiba terjadi.

“Padahal dulu tidak pernah ada ribut-ribut di sana. Kami berbaur. Saya tidak tahu tiba-tiba kami warga pendatang jadi sasaran dan diusir,” ujar Bahar, salah seorang pengungsi.

Bahar menuturkan, ada banyak cerita mengerikan selama konflik di Wamena. Anak-anak adalah korban paling memiris.

“Tidak tahu saya berapa korban di sana. Pokoknya ngeri menceritakannya. Pergi dari sana satu-satunya jalan untuk selamat,” katanya.

Mendengar cerita mereka, Iqbal mengaku ikut terbawa perasaan.

“Pulang ke kampung memang lebih baik sekarang ini. Itu pilihan paling baiklah. Daripada tetap di sana, kasihan anak-anak, mereka harus sekolah,” terang Iqbal.

Selama di sini Iqbal juga mengaku akan membantu memulihkan trauma anak-anak pengungsi.

“Kami akan membantu sekuat tenaga. Mereka adalah suadara kita, dan kita harus ada saat mereka butuh,” ucapnya.

Iqbal juga menuturkan pemerintah kota Makassar siap memfasilitasi untuk kembali ke daerah asalnya masing-masing.

“Saat ini ada dua bus yang disiapkan pemerintah kota Makassar dan siap mengantarkan pengungsi ke kampung halamannya. Kami juga senantiasa bersinergi dengan tim medis jika sekiranya ada hal yang urgent”,imbuh Iqbal.(mal)

Komentar