oleh

Tiba di Kendari, Wakapolri Periksa Semua Senjata di Polda Sultra

Liputnews.com – Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Pol Ari Dono telah tiba di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan langsung memerintahkan semua senjata di Polda setempat dikumpulkan. Ari Dono berjanji melakukan pemeriksaan dan memberi hasil secepatnya.

“Semua dikumpulkan, diperiksa untuk diinventarisasi,” terang Ari, Sabtu (28/9/2019).

Kedatangan Wakapolri terkait kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, yang tertembak dalam unjuk rasa, Kamis lalu. Kedua mahasiswa yang tewas adalah Randy dan Yusuf Kardawi.

Randy tewas tertembak di bagian ketiak sebelahg kiri yang menembus hingga ke dada. Sementara Yusuf meninggal di rumah sakit akibat luka di kepala.

Ari mengungkapkan, sudah ada prosedur dalam penanganan unjuk rasa. Kapolri telah menginstruksikan agar aparat tidak membawa senjata, kecuali hanya tameng, tongkat dan gas air mata.

“Jadi memang sudah ada perintah Kapolri demikian. Dalam penanganan unju rasa mahasiswa dilarang menggunakan senjata,” jelasnya.

Lantas siapa yang menembak?

Ari mengatakan, peristiwa inilah yang harus diusut.

“Ada luka tembak, maka kita harus periksa dulu. Kita harapkan hasil pemeriksaan ini keluar secepatnya,” tandasnya.

Polisi juga sudah melakukan olah TKP yang diduga menjadi lokasi tewasnya Randi. Ada tiga selongsong peluru yang ditemukan.

Ketua Tim Forensik dr Raja Alfatih Widya, yang melakukan autopsi, membenarkan lubang pada dada Randy akibat tembakan. “Tidak ada peluru lagi, tapi itu dipastikan dari senjata api,” terang Raja, Jumat (27/9/2019). (mal)

Komentar