oleh

Komjen Firli tak Mundur dari Polri, Aktivis Khawatir KPK Dirancang “Dikebiri”

Liputnews.com – Komjen Pol Firli Bahuri tak akan mundur dari Polri meski menyandang Ketua KPK. Aktivis antikorupsi di Sulsel mengkhawatirkan ini bagian dari skenario untuk mengebiri KPK.

“Ada kekhawatiran itu. Jangan-jangan ini untuk mengebiri KPK dari dalam. Kalau Firli tidak mundur artinya dia tetap tunduk pada Polri. Jelas dia pasti lebih memilih Polri sebagai institusi asalnya daripada KPK, jika nanti terjadi benturan kepentingan antardua lembaga ini,” terang Andi Tenri Farida, pegiat antikorupsi, Jumat (22/11/2019).

Menurut Tenri, seharusnya DPR tidak melulu bicara soal tinjauan yuridis dalam menyikapi Firli. Ada hal yang lebih urgen mengenai keberadaan Firli di KPK dan Polri, lebih dari sekadar faktor yuridis.

“Pengalaman mengajarkan bahwa Polri-KPK pernah ada gesekan. Itu terjadi ketika KPK menyeret Kakorlantas sebagai tersangka. Bagaimana kalau ini terulang, kira-kira bisakah Firli tetap bersikap independen,” ketus Tenri.

Tenri yakin, Firli akan sulit untuk bersikap independen seperti ketika KPK menyidik Kakorlantas.

“Sangat kecil kemungkinan dia akan menyidik internalnya. Karena dia terikat secara psikologis. Di sini pasti ada benturan kepentingan,” tegasnya.

Senada Tenri, Andi Suharwan Maewa, aktivis dan pegiat hukum menilai, DPR mencoba mentralisir “kekuatan” dengan tetap mengaktifkan Firli di Polri. Pertimbangan DPR jelas, mereka tidak mau KPK menjadi lebih garang seperti sebelumnya.

“Kan kalau Firli tetap di Polri, dia tidak akan mudah mentersangkakan anggota DPR. Ada komitmen koordinasi dengan Polri kan. Jadi ini cara DPR untuk cari aman. Kan yang paling banyak ditangkapn korupsi itu DPR. Wajar dia cari aman,” jelas Suharwan.

Suharwan mengatakan, jika benar Firli tidak mundur, ke depan KPK akan dikebiri perlahan-lahan. Pemberantasan korupsi kita akan semakin tumpul.

“Kita sudah membaca tanda-tanda ini dari awal. Ya, kita lihat saja nanti,” katanya.

Sebelumnya, Sekjen PPP Arsul Sani meminta status keanggotaan Komjen Firli Bahuri yang tak harus mundur dari Polri meski menjabat Ketua KPK tak dipermasalahkan. Arsul membandingkan dengan jabatan Kepala BIN Budi Gunawan dan Kepala BNPT Suhardi Alius yang juga tidak mundur dari Polri saat menjabat di kedua lembaga tersebut.

“Nah sekarang pertanyaannya kenapa sih kok kalau KPK itu selalu dipersoalkan? Kan yang namanya MPK ini juga lembaga penegak hukum untuk kejahatan serius, kejahatan luar biasa. BNPT juga sama, hanya jenisnya saja yang terorisme,” kata Arsul dikutip dari Detikcom.

Menurut Arsul, cara pandang ‘cinta mati’ kepada suatu lembaga tidak boleh digunakan. Jika Firli dituntur mundur dari Polri, maka menurut Arsul, perwira polisi lain yang mengisi jabatan di luar kepolisian juga harus mundur. (mal)

Komentar