oleh

Rekayasa Lalin Sulit, Macet BTP ke Markas Kavaleri Berkepanjangan

Liputnews.com – Otoritas transportasi belum menemukan rekayasa lalu lintas yang efektif untuk mencegah kemacetan di poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP) ke markas Kavaleri, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Macet terus perkepanjangan di waktu pagi.

Rekayasa yang dilakukan Satlantas Polrestabes Makassar sejauh ini hanya melakukan sistem buka tutup di median jalan Waesabbe-Pintu II Unhas menuju RS Wahidin Sudirohusodo. Namun, sistem buka tutup ini juga tak banyak mengurangi kemacetan.

Kemacetan biasanya terjadi pukul 07.00 hingga 10.00 Wita. Jarak kemacetan mencapai 1 kilometer, dari BTP Blok M hingga ke Kavaleri.

Ada tiga sumber kemacetan di jalur ini. Pertama, di pintu gerbang BTP. Traffic light tidak berfungsi, terutama lampu merah dari BTP.

Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan di pintu gerbang BTP. Kedua, di median jalan Waesabbe-Pintu II.

Di sini terjadi penumpukan kendaraan dari timur ke barat dan barat ke timur. Ditambah lagi kendaraan yang memotong di median depan Pintu II menuju RS Wahidin.

Di pagi hari, biasanya dilakukan buka tutup bagi roda empat dan dialihkan ke depan Kavaleri bagi yang ingin membelok ke Pintu II. Hanya saja, situasi ini justru menimbulkan kemacetan baru di depan Kavaleri.

Kemacetan ini sudah berlangsung lama. Rekayasa lalu lintas menurut Satlantas sulit dilakukan karena kondisi jalan yang memang tidak memungkinkan.

“Susah memang mengatasi kemacetan di sini. Kita hanya bisa buka tutup saja setiap hari. Jumlah kendaraan sudah melebihi kapasitas jalan,” ujar Brigpol Arman, petugas Satlantas Polrestabes Makassar, Rabu (9/10/2019).

Menurut dia, sistem buka tutup hanya rekayasa sementara agar tidak terjadi kemacetan parah di jalur itu.

“Ini satu-satunya cara. Kalau tidak dibuka tutup median jalan Pintu II ini, kemacetan akan lebih panjang karena kendaraan yang mau masuk ke RS Wahidin jumlahnya luar biasa banyak,” jelasnya.

Dengan mengalihkan kendaraan untuk memutar ke depan Kavaleri, menurut Arman, juga sedikit mengurangi penumpukan kendaraan di Pintu II.

Namun kata dia, situasi kemacetan ini hanya terjadi pada jam tertentu. Yakni pagi dan sore hari menjelang petang. (mal)

Komentar