oleh

Kenaikan Harga Cukai tidak Menekan Populasi Perokok Perempuan dan Anak-anak

Liputnews.com – Salah satu alasan pemerintah menaikkan cukai rokok yakni menekan populasi perokok perempuan dan anak-anak. Alasan ini dinilai bias karena prevalansi perokok perempuan tidak tumbuh secara normatif.

“Ada alasan psikis yang membuat populasi perokok perempuan dan anak-anak tidak terkendali. Pertama, karena kegagalan pemerintah dalam kampanye efek rokok,” terang Andi Tenri Farida, aktivis perempuan, Sabtu (14/9/2019).

Tren kenaikan prevalensi perokok tumbuh cukup tinggi. Terutama perempuan dan anak-anak.

Perokok anak anak dan remaja naik dari 7% menjadi 9%, sedang perempuan dari 2,5% menjadi 4,8%. Angka ini diperkirakan bisa tumbuh lebih signifikan pada 3 sampai 4 tahun ke depan.

“Karena kampanye bahaya rokok hanya slogan. Tidak ada upaya implementatif dari pemerintah. Akhirnya rokok justru dianggap kebiasaan yang biasa-biasa saja di kalangan parempuan sekarang,” jelas Tenri.

Menurut dia, harus ada upaya bersama dengan melibatkan kalangan lintassektoral dalam kampanye rokok. Bukan justru hanya melakukan upaya pragmatis dengan menaikkan cukai.

“Logikanya, rokok itu seperti BBM. Semahal apapun orang tetap akan beli. Karena itu kebutuhan,” ketusnya.

Tenri berpendapat, harus ada regulasi yang ketat soal rokok. Misalnya, ibu hamil yang merokok ada sanksinya. Kedua, anak-anak di bawah umur juga disiapkan sanksi kalau merokok di depan umum.

“Harus lebih esktrem lah regulasinya. Ini demi menyelamatkan generasi kita,” jelas Tenri.

Pemerintah sudah saatnya sadar bahwa rokok itu memberi dampak multiefek. Bukan hanya soal kesehatan tapi juga psikis. (mal)

Komentar