oleh

Kemacetan di Batua Raya Mulai Mengkhawatirkan, Apa Solusi Pemkot Makassar?

Liputnews.com – Kemacetan mulai mengkhawatirkan di sepanjang Jalan Batua Raya, Makassar. Jika tak ada solusi jangka panjang yang ditawarkan pemkot, jalur ini akan menjadi sumbu kemacetan baru.

“Tiga atau lima tahun ke depan akan menjadi problem besar. Kelihatan sekarang Batua Raya bukan lagi jalur alternatif. Posisinya sudah seperti Urip dan Pettarani,” terang Andi Feriadi Aslan, pemerhati transportasi, Kamis (12/9/2019).

Tumpahan kendaraan di jalur ini sudah melebisi kapasitas jalan. Apalagi sejak proyek jalan layang Pettarani dikebut, kendaraan dari timur ke selatan dan selatan ke timur, dominan melewati jalur ini.

“Kemacetannya peka sekali. Terutama di jembatan pas di pertigaaan Toddopuli-Borong. Hampir setiap hari terjadi kemacetan di sana,” papar Andi.

Selain di jembatan, kemacetan juga kerap terjadi di lampu merah Batua Raya-Abdullah Dg Sirua. Imbasnya bisa sampai di sepanjang Batua Raya.

“Ini parah karena terjadi setiap sore. Kalau tidak ada solusi jangka panjang, maka efek kemacetannya nanti bisa meluber ke jalur-jalur sekitaranya,” sebut Andi.

Andi memberi solusi agar dilakukan rekayasa. Salah satunya memberlakukan jalur satu arah pada jam tertentu.

“Seperti di Sungai Saddang, satu arah di siang hari. Dua arah pada malam hari. Saya kira Betua Raya juga harus begitu,” pintanya.

Hanya itu solusi paling mungkin. Karena untuk pelebaran sepertinya riskan.

Selain baiya yang besar, pelebaran juga tidak optimal karena lahan sisa di sisi jalan memang sudah sangat sempit. (mal)

Komentar