oleh

Abaikan Warning Kapolda Sulsel, Massa Tutup Perbatasan Makassar-Gowa

Liputnews.com – Mahasiswa menutup jalur perbatasan Makassar-Gowa, Jumat (18/10/2019) dan menuntut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ditunda. Massa mendesak Presiden Jokowi menuntaskan kasus kemanusiaan di Wamena.

“Kasus Wamena adalah tragedi kemanusiaan yang harus segera dituntaskan Jokowi. Pelantikan seharusnya ditunda dan mendahulukan penyelesaian tragedi Wamena,” ujar korlap aksi, Nurhidayat.

Aksi unjuk rasa ini dilakukan beberapa hari setelah keluarnya warning Kapolda Sulsel yang melarang unjuk rasa hingga hari H pelantikan presiden. Dalam imbauan tertuliskanya, Kapolda menyatakan, unjuk rasa hingga 20 Oktober adalah aktivitas ilegal dan akan ditindak tegas.

Namun mahasiswa mengabaikannya. Menurut Nurhidayat, pemerintah tidak melakukan penyelesaian konferehensif di Wamena.

Ia mengatakan, ratusan warga Sulsel yang ada di sana kini hidup tak menentu. Mereka tidak bisa mencari nafkah.

Rasa aman mereka telah dirampas. Sementara negara kata Nurhidayar hanya sibuk mengurusi seremoni pelantikan presiden.

“Di mana rasa kemanusiaan kita sebagai bangsa. Di Wamena ada saudara kami yang terancam keselamatannya. Sementara negara hanya disibukkan urusan pelantikan,” ucapnya.

Selain menolak pelantikan Jokowi, sebanyak empat tuntuan yang mereka sampaikan dalam orasinya. Diantaranya melakukan penindakan kerusuhan di Wamena, meminya kepada Kapolri untuk kasus kerusuhan di Wamena.

“Kami minta Jokowi mencopot Kapolri jika tidak mampu menuntaskan kasus Wamena,” tukas Nurhidayat.

Massa juga berjanji akan terus melanjutkan aksi sampai Kapolri mengungkap dalang pembantaian di Wamena.

Sementara itu, sampai awal Oktober lalu, ratusan warga Sulsel telah berhasil dievakuasi dari Wamena. Namun ratusan lainnya dikabarkan masih tertahan di pengungsian. (bag)

Komentar