oleh

Firli Jadi Ketua KPK Baru, ini Respons Pegiat Antikorupsi di Sulsel

Linksatu.com – Firli Bahuri akhirnya terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru. Bagaimana reaksi para pegiat antikrupsi di Sulsel?

Firli terpilih oleh Komisi III DPR RI di tengah polemik rekam jejaknya di lembaga antirasuah itu. Sebelum terpilih menjadi Ketua KPK, Firli tercatat pernah menjabat beberapa posisi penting.

Ia pernah menjadi ajudan Wakil Presiden RI Boediono. Dia kemudian menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten, Karopaminal Divpropam Polri, Kepala Kepolisian Daerah Banten, Karodalops Sops Polri, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kapolda NTB. Dia juga pernah menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK sebelum dipercaya sebagai Kapolda Sumsel.

Pegiat hukum, Murlianto mengatakan, Firli punya tantangan yang tidak mudah ke depan. Pertama dia akan berhadapan dengan trust publik.

“Saat ini komisioner KPK diragukan. Kepercayaan publik rendah. Sehingga Pak Firli cs ini ditantang untuk membuktikan kinerjanya,” jelas Murlianto.

Kedua, Firli harus bisa melepaskan diri dari kangkangan politik. Terpilihnya Firli karena sokongan Komisi III.

Dalam posisi seperti ini kata Murlianto, Firli akan sangat rentan diintervensi DPR. Bukan tidak mungkin sokongan DPR padangan diiringi deal-deal politik yang bisa melemahkan KPK.

“Jadi wajar kalau orang ragu. Tapi Firli sebetulnya tidak perlu khawatir dengan keraguan publik. Itu manusia. Dia tinggal membuktikan saja bahwa dia bisa menjawab keraguan itu,” papar Murlianto.

Senada Murlianto, Andi Tenri Farida, aktivis HAM Sulsel mengatakan, kontroversi Firli memang wajar adanya. Pasalnya, ada rekam jejak yang kurang pas untuk seorang ketua KPK.

“Dari awal saya memang sudah pesimis KPK masih sedigdaya dulu. Sekarang sudah terang intervensi penguasa di dalamnya,” jelas Farida.

Menurutnya, KPK akan sulit untuk bertindak independen. Di dalamnya sudah merepresentasi semua unsur. Ada jaksa, polisi dan hakim.

“Dana saya melihat itu yang akan membuat KPK menjadi lemah. Kita tidak bisa berharap banyak lagi,” imbuhnya. (yos)

Komentar