oleh

Seriuskah Amir Uskara Tantang Trah Yasin Limpo?

Liputnews.com – Amir Uskara getol mendorong sang istri, Andi Tenri Ajeng maju di Pilkada Gowa. Tenri disiapkan menantang petahana, Adnan Purichta Ichsan.

Seriuskah Amir Uskara membuka keran konfrontasi politik dengan trah Yasin Limpo?

Amir dikenal sebagai loyalis trah Yasin Limpo sejak lama. Ia terlibat banyak dalam merawat dinasti ini di era Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai Bupati Gowa.

Selepas SYL, estafet berlanjut kepada Ichsan Yasin Limpo. Amir lagi-lagi menjadi penyokong utama IYL.

Dua periode IYL, ia selalu menjadi tokoh sentral di dalamnya. Saat Adnan maju sebagai penerus sang ayah, Amir Uskara masih berada di belakang imperium politik paling berpengaruh di Sulsel ini.

Kini, Amir Uskara mendorong istri menantang Adnan. Spekulasi soal langkah politik Amir ini pun banyak dianalisis pengamat.

“Amir Uskara ini sudah tak terikat lagi gen politik dengan trah Yasin Limpo. Jadi sekarang sikapnya lebih bebas,” ujar Juanda H Alim, analis politik.

Kedua, kekuatan PPP di Gowa saat ini sangat kompetitif. Mereka punya 8 kursi di DPRD. Kans mendorong kader di pilkada sangat mungkin.

PPP hanya butuh satu kursi tambahan untuk memenuhi syarat mengusung calon. Artinya, mereka tak butuh koalisi gemuk.

Juanda juga berpandangan, Amir tak rekat dengan Adnan. Tak seperti SYL atau IYL.  Sepeninggal sang maestro politik, IYL, Amir lebih independen. Sehingga langkah-langkah politiknya juga cenderung lepas.

“Dulu Amir Uskara terikat kepentingan dengan IYL. Sekarang beda. Beda zaman, beda kepentingan. Begitu mungkin,” terang Juanda.

Juanda menilai, Amir juga memahami karakter politik IYL waktu itu. IYL relatif tenang. Tak suka polemik.

Tapi bekerja di akar. Di sini PPP mengambil banyak keuntungan.

Dan Adnan tak sepenuhnya mewarisi gestur politik sang ayah.

“Makanya Amir Uskara sekarang lebih berani,” ujarnya.

Menurut Juanda, lawan-lawan mulai terbuka ke trah YL karena dominasinya mulai rontok.  Survei Adnan juga belum bisa dibilang aman.

Amir Uskara sadar itu. Hebatnya lagi, Amir tak mau maju. Ia memilih mendorong istrinya.

Karena ia tahu, pilihan Adnan hanya dua, Karaeng Kio atau Kumala Ijo. Dua calon wakil ini punya kantong suara tradisional. Tapi tak merepresentasi perempuan.

Kata Juanda, Tenri Ajeng bisa merepresentasi perempuan Gowa. Dan itu menjadi lawan serius bagi petahana.

“Secara elektabilitas mungkin tidak. Tapi tren dalam rentan waktu kurang lebih setahun ke depan, semua bisa berubah. Kekuatan PPP itu merata di semua kecamatan di Gowa. Mereka fanatik. Amir Uskara memegang kendali di sini,” papar Juanda.

Jadi wajar jika Adnan dibuat berhitung ulang.

“Representasi perempuan juga tak bisa diremehkan. Dari survei tahun kemarin, partisipasi pemilih perempuan itu trennya terus naik. Gowa juga termasuk tinggi,” jelasnya.

Tenri ini bisa menjadi representasi perempuan jika mampu mengelola isu-isu perempuan dengan baik.

Juanda juga menganalisis kemungkinan masih adanya jalan kompromi.

“Koalisi misalnya, dengan syarat Adnan menggandeng Tenri Ajeng. Tapi ini kecil kemungkinannya,” jelasnya.

Kenapa? Karena hitung-hitungan survei, Karaeng Kio dan Andi Kumala Ijo masih di atas Tenri Ajeng.

Dari semua kemungkinan ini, Juanda lebih cenderung menyimpulkan, Tenri akan maju dan menantang Adnan.

“Tapi ini akan dihitung nanti setelah melihat situasi terakhir. Maju tidaknya Tenri itu akan diputuskan Amir Uskara mungkin di masa-masa injury time,” papar Juanda.

Menurut Juanda, Amir adalah politisi matang. Dia akan menentuan ke mana berlabuh di waktu yang tepat. Nah, kita tunggu!(yos)

Komentar