oleh

Pemerintah Klaim Wamena Sudah Kondusif, Pengungsi Bilang Belum Selesai

Liputnews.com – Pemerintah mengklaim situasi keamanan di Wamena, Papua sudah kondusif. Namun, ribuan pengungsi memilih dievakuasi karena bagi mereka konflik belum usai.

“Saya rasa ini belum selesai. Kami pergi karena kami merasa tidak aman di sana. Pergi dari sana lebih selamat,” tutur Nurbaya, salah seorang pengungsi yang tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta, Jumat lalu.

Nurbaya bersama ratusan pengungsi lainnya tiba dari Wamena, setelah beberapa hari di kamp pengungsian di Papua. Mereka selamat dari konflik setelah aparat berhasil melakukan evakuasi di tengah kerusuhan yang meluas.

“Saya dievakuasi sama suami saat terjadi kerusuhan. Saya juga hampir jadi korban. Kami masih dilindungi Allah. Saya dan suami sembunyi di rumah warga sana, dan selamat,” tutur Nurbaya.

Nurbaya mengaku terpisah dengan saudara laki-lakinya. Sampai sekarang ia belum tahu kabar tentang saudaranya itu.

“Nda tau ke mana dia. Di pengungsian juga nda ada. Mudah-mudahan Allah menyelamatkannya,” katanya.

Menurut Nurbaya, sekarang ini aparat sudah menguasai Wamena, akan tetapi warga masih diliputi ketakutan.

“Masih trauma semua kodong orang. Biar banyak aparat kalau tiba-tiba ribut lagi. Aduh…saya nda bisa bayangkan. Mending pergi dari sana. Nda bisaka cerita saya. Banyak sekali yang saya lihat, tapi ngerika ingat-ingat semua itu,” katanya.

Nurbaya adalah satu dari ribuan warga Sulsel yang menetap di Wamena sejak 12 tahun lalu. Ia dan suaminya berdagang barang campuran.

“Semua harta saya tinggalkan di sana. Nda tau rumahku bagaimana. Saya pulang hanya bawa pakaian. Yang penting anak-anakku dan suami selamat,” tuturnya.

Ditanya soal rencananya ke depan, Nurbaya mengaku tak punya rencana apa-apa sekarang. Ia hanya ingin pulang ke kampung halamannya di Bone.

“Apakah nanti saya balik ke sana atau tidak, nantipi di liat. Kayaknya saya nda mauma. Trauma sekalima,” ucapnya terbata-bata.

Nurbaya hanya berharap bisa bertemu kembali dengan adik laki-lakinya. (mal)

Komentar