oleh

Nadiem Makarim Mendikbud, Guru Honorer Sulsel: Pendidikan dan Gojek Beda

Liputnews.com – Presiden Joko Widodo baru saja memperkenalkan para calon menteri yang akan mengisi Kabinet Indonesia Maju. Nadiem Makarim ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Terpilihnya Nadiem disambut para honorer di Sulsel. Mereka pun berharap status honorernya segera berubah.

“Ya tentu kami harapkan Pak Menteri nanti ini benar-benar bekerja untuk memperjuangkan nasib kami. Secepatnya terangkatlah kalau bisa,” harap Anwar, guru honorer di Tamalanrea, kepada Liputnews.com, Rabu (23/10/2019).

Anwar adalah honorer di salah satu sekolah dasar di Tamalanrea. Ia telah mengabdi selama 4,5 tahun.

Lulusan Universitas Negeri Makassar ini mengaku, menyimpan harapan besar agar Mendikbud memprioritaskan pengangkatan guru honorer. Menurut Anwar, pengangkatan guru honor sejauh ini masih terbilang lambat.

“Ada yang honor sudah belasan tahun tapi belum terangkat. Ini sebenarnya juga terkait kebijakan Menpan RB, tapi Mendikbud bertanggung jawab mendorong itu,” jelasnya.

Selama ini kata Anwar terjadi tumpang tindih kebijakan soal pengangkatan honorer. Kebijakan Menpan terkait kuota guru seringkali tidak sejalan dengan Mendikbud.

“Mendikbud bilang kita kekurangan guru ASN, tapi jatah pengangkatan guru selalu tidak memadai,” ketusnya.

Senada dengan Anwar, guru honorer lainnya, Andi Aisyah mengatakan, tetap percaya Jokowi memilih menteri-menteri berdasarkan kompetensi.

“Ya, soal Nadiem kita percaya saja. Semoga saja bisa sejalan dengan harapan kami,” ujar alumnus UIN Alauddin ini.

Menurut Aisyah, dirinya tak mau menilai Nadiem dari citranya. Karena kebijakan pendidikan itu lebih komprehensif.

Sukses mendirikan perusahaan transportasi daring, Gojek, tak menjamin bisa mengatasi persoalan pendidikan yang lebih komplek.

“Pendidikan dengan Gojek dua hal yang sangat berbeda. Jadi soal bisa tidaknya Nadiem bukan diukur dari Gojek. Kita lihat nanti,” jelas Aisyah. (res)

Komentar